Minggu, 15 April 2012

Tradisi kirim doa ahli kubur

Bagi sebagian kalangan, tradisi kirim doa ahli kubur kepada orang tua merupakan sebuah hal yang dianjurkan khususnya bagi orang-orang yang mengikuti golongan NU sebagai penerus Ahlussunnah Wal Jamaah. Baik itu doa (bisa membaca surat Yasin atau hanya membaca Tahlil) yang dilakukan setiap kamis sore atau jumat pagi di makam (kuburan) atau ketika ada momentum meninggalnya seseorang yang kemudian dilakukan doa saat 7 hari, kemudian 40 hari, 100 hari, lalu ada kirim doa saat sudah genap satu tahun (istilah jawa mendak), dan yang terakhir adalah 1000 hari.
Tentu saja ada kalangan yang menolak tradisi ini dengan alasan Bid'ah. Tetapi memang mereka tidak menghalang-halangi golongan yang masih melakukan tradisi kirim doa ahli kubur. Bagi golongan yang menolak tradisi ini menyebut Bid'ah karena jaman Rasul tidak pernah ada, sehingga mereka juga tidak mau melakukan tradisi kirim doa ahli kubur, juga karena mereka meyakini pada saat manusia mati, selesai sudah aktivitas mereka di dunia dengan segala konsekuensinya termasuk apabila semasa hidup mereka melakukan kebaikan atau kejahatan. Kebaikan atau kejahatan yang mereka lakukan adalah tanggung jawab mereka sendiri dengan Tuhan sehingga anak cucu mereka tidak bisa membantu mereka dalam urusan amal ibadah mereka termasuk dosa yang mereka lakukan semasa masih hidup di dunia.
Berbeda pandangan dalam hal kirim doa ahli kubur merupakan hal yang wajar, selama masih bisa menghormati pihak-pihak lain. Yang penting ukhuwah islamiyah tetap dijaga, jangan sampai hal-hal yang sifatnya bukan hal yang mendesak menjadi hal yang harus didesakkan, sehingga akan membuat hubungan silaturahim menjadi renggang dan terjadi permusuhan. Islam itu damai, janganlah dengan sesama saudara muslim saling "sikut" hanya karena perbedaan hal yang sifatnya bukan Syar'i.
Wallahualam Bisshawab. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar