Halaman

Rabu, 11 Maret 2015

Trik Berjualan Secara Online



Jualan barang dagangan kini tidak hanya bisa dilakukan lewat toko fisik saja. Anda juga bisa melakukannya melalui toko online yang saat ini jumlahnya semakin banyak. Apalagi dari segi ongkos, toko dalam jaringan dipastikan lebih murah ketimbang membuka toko secara fisik.
"Hanya sewa domain dan hosting, ada yang harganya Rp 450 ribu setahun. Kalau buka toko, sewanya kan lebih mahal per bulan bisa satu juta," kata pemilik toko online Yudha Arnanto saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Selasa (10/3).
Yudha pun membagi sejumlah tips berjualan lewat toko online. Menurut dia, ada baiknya selain membuka toko online mandiri, pemilik juga ikut berjualan di marketplace, pasar online, agar produk lebih dikenal. "Kalau ikut marketplace, cakupan lebih luas," kata dia.

Minggu, 08 Maret 2015

Tips Cara Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Yang Baru Menikah



Sebagai pasangan yang baru menikah tentunya ada banyak hal baru yang perlu Anda sesuaikan dengan pasangan. Salah satunya adalah terkait pengelolaan keuangan.
Banyak pasangan baru akan merasa bingung ketika berbicara dan mengatur keuangan pasca pernikahan mereka. Karena tidak lagi hidup masing-masing, setiap pasangan akan bertanggung jawab kepada pasangannya. Berikut kami berikan langkah-langkah menyusun keuangan keluarga untuk pasangan yang baru menikah seperti dipaparkan Perencana Keuangan ZAP Finance Jayadin R Binaardi sebagaimana dikutip tulisanulin.blogspot.com dari situs resminya, Minggu (8/3/2015):
Anggaran Baru Bersama
Langkah pertama adalah membuat anggaran baru bersama, jika sebelum menikah memiliki pemasukan dan pengeluaran masing-masing, maka setelah menikah akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Diskusikan siapa saja yang menjadi sumber pemasukan dan berapa besar pengeluaran bersama dalam satu bulan.

Jumat, 06 Maret 2015

Membaca kesiapan Demak dalam Pilkada 2015.



Hasil gambar untuk animasi pilkada
Hasil akhir revisi undang-undang Nomor 1 Tahun 2015yang dilakukan oleh DPR memutuskan bahwa Kabupaten Demak termasuk dalam gelombang pertama pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 16 Desember 2015. Hal ini tentu saja mengejutkan bagi KPU Demak karena secara finansial KPU Demak baru mendapatkan anggaran sebesar Rp 4, 1 Milyar, masih jauh dari anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 18 Milyar. (SM 20/2)
Selain persoalan anggaran yang masih menjadi ganjalan bagi KPU, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pelaksanaan pilkada pada medio desember 2015 menjadi lebih demokratis. Pertama KPU harus memperhatikan betul persoalan DPT , dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih KPU harus mencari petugas yang benar-benar jujur dalam melaksanakan pemutakhiran data dengan cara mendatangi rumah door to door, karena sudah menjadi rahasia umum banyak petugas pemutakhiran data yang hanya mengkopi data pemilu lalu kemudian diserahkan tanpa memperbarui data tersebut. Inilah yang sering jadi biang keladi tidak updatenya persoalan DPT. Hal ini belum lagi jika data DP4 dari disdukcapil berbeda jauh dengan data DPT pemilu presiden yang dimiliki KPU, tentu akan menambah beban bagi KPU dalam pemutakhiran data pemilih.